SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi dengan menerima kunjungan studi tiru dari Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi pada Jumat (10/4).

Rombongan dari Bekasi yang berjumlah enam orang hadir dengan semangat belajar dan berbagi praktik baik. Mereka terdiri dari Bapak Hendri Kurniawan, S.S.I. (Manajer Sarana Pembelajaran dan Pengembangan IT), Bapak Yusron Yasir, S.H.I. (Manajer Sarana dan Prasarana serta Pengembangan Infrastruktur), Ibu Tinah Afriani, S.E.I., S.Pd. (Manajer Penjamin Mutu Pembelajaran & Kurikulum), Bapak Muhammad Muriyanto, S.H. (Kepala SDIT), Bapak Hariyanto, S.Pd. (Kepala SMPIT), serta Ibu Farkhatun, S.H., M.Pd. (kepala SMAIT).
Penyambutan Hangat dan Diskusi Inspiratif
Kedatangan rombongan disambut dengan hangat oleh Kepala SMAHA Ibu Etik Ningsih, S.Pd. dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Bapak Taufik Nur Hidayat, S.Pd. Hadir pula menyambut, jajaran pimpinan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Hidayatullah, yakni Bapak Eko Wahyudiyono, S.Si., M.Pd. (Direktur LPI Hidayatullah), Ibu Suci Wulandari, S.Pd., M.Pd., (Kepala Divisi Humas & Kesiswaan), Bapak Adi Suipto, S.Pd. (Kepala Divisi Akademik & Sumber Daya Insani), serta Bapak Muhammad Nasril. S.Kom. (Kepala Biro IT). Hadir pula pimpinan dari SMP Islam Hidayatullah, yaitu Ibu Reni Dria Susandri, S.Pd. (Kepala Sekolah) dan Bapak Ardiansyah, S.Pd. (Waka Kurikulum).

Dalam sambutannya, Bapak Eko menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “Semoga kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga memperkuat ukhuwah dan membuka peluang sinergi yang lebih luas dalam memajukan pendidikan Islam,” ungkap beliau.
Mengupas Strategi Sekolah Digital Berbasis iPad
Kepala SMAHA, Ibu Etik Ningsih, S.Pd., dalam sambutannya memaparkan secara umum perjalanan SMAHA dalam bertransformasi menjadi sekolah digital. Ia menjelaskan bahwa proses tersebut tidak instan, melainkan melalui tahapan perencanaan, penguatan SDM, hingga pembiasaan budaya belajar digital.

Diskusi kemudian berlangsung semakin menarik ketika salah satu peserta dari Yayasan Nur Hikmah menanyakan secara langsung, “Bagaimana SMAHA membangun sekolah digital, dan apa saja tantangan yang dihadapi?”
Menjawab hal tersebut, Bapak Taufik memberikan penjelasan teknis yang komprehensif. Ia memaparkan bahwa pembangunan sekolah digital berbasis iPad di SMAHA melibatkan beberapa aspek penting, mulai dari kesiapan guru, infrastruktur jaringan, manajemen perangkat, hingga kontrol penggunaan oleh siswa.
Adapun tantangan yang dihadapi antara lain adaptasi guru terhadap teknologi baru, konsistensi penggunaan perangkat dalam pembelajaran, pengawasan agar penggunaan iPad tetap produktif, dan kesiapan orang tua dalam mendukung program digital. Namun demikian, melalui pelatihan berkelanjutan dan sistem yang terintegrasi, SMAHA berhasil mengatasi tantangan tersebut secara bertahap.
Observasi Langsung ke Kelas dan Fasilitas Sekolah
Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke kelas-kelas. Rombongan dari Yayasan Wakaf Nur Hikmah berkesempatan melihat secara nyata bagaimana proses pembelajaran berbasis digital berlangsung.
Para siswa tampak aktif menggunakan iPad dalam kegiatan belajar, mulai dari mengakses materi, mengerjakan tugas, hingga berdiskusi secara interaktif. Beberapa peserta kunjungan juga berinteraksi langsung dengan siswa, mengajukan pertanyaan, dan mengamati respons mereka terhadap sistem pembelajaran digital. Selain itu, rombongan juga diajak berkeliling untuk melihat berbagai fasilitas sekolah yang mendukung ekosistem pembelajaran modern di SMAHA.
Menjalin Sinergi untuk Masa Depan Pendidikan Islam
Kegiatan studi tiru ini berlangsung hangat namun tetap serius dan penuh makna. Pertukaran ide, pengalaman, serta praktik baik menjadi nilai utama dari kunjungan ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat dan silaturahmi yang berkelanjutan antara SMA Islam Hidayatullah dan Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi, dalam upaya bersama membangun generasi muslim yang kuat, kompeten, dan bermanfaat bagi Islam dan Indonesia.

