Senin, 22 Desember 2025, guru mata pelajaran SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) mengikuti Workshop Implementasi Self Directed Learning dan Integrasi Nilai Sikap dalam Proses Pembelajaran. Kegiatan yang diselenggarakan oleh LPI Hidayatullah ini juga diikuti oleh guru mata pelajaran SMP Hidayatullah dan bertempat di ruang meeting lantai 4.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Hidayatullah sebagai bentuk peneguhan semangat kebangsaan dan keislaman. Selanjutnya, rangkaian pelatihan meliputi materi Integrasi Nilai Keislaman (INK) dalam pembelajaran, workshop perumusan INK dalam modul Sekolahku, materi Self Learning dari strategi pembelajaran menuju budaya belajar, sesi sharing dan refleksi, hingga penutup.
Dalam sambutannya, Kepala Divisi Akademik dan SDI (Sumber Daya Islam) LPI Hidayatullah, Bapak Adi Suipto, S.Pd., menyampaikan pentingnya pendalaman integrasi nilai keislaman dalam proses pembelajaran. “Alhamdulillah hari ini kita akan memperdalam implementasi integrasi nilai keislaman di dalam pembelajaran. Ini adalah ilmu baru yang akan kita pelajari bersama, yaitu kurikulum pembelajaran karakter yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Ilmu seperti padi, semakin tua semakin merunduk. Mari kita berkomitmen untuk menanamkan budi pekerti peserta didik,” ujarnya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Bapak Muhammad Shodiqin, M.H.I., dari Sekolah Al Hikmah Surabaya, Jawa Timur. Dalam pemaparannya, Bapak Shodiqin menekankan besarnya tantangan masa depan yang akan dihadapi peserta didik, mulai dari tantangan iman, benturan world view, tradisi keilmuan, global citizen, sumber daya alam, globalisasi infrastruktur digital, hingga perubahan iklim.
“Jika kita sebagai pendidik tidak memberikan imunitas yang kuat, hal ini akan berdampak buruk bagi peserta didik. Oleh karena itu, kita perlu berkolaborasi untuk memberikan imunitas yang kuat. Semua guru adalah guru agama, semua guru adalah guru mata pelajaran, dan semua guru adalah guru BK,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bapak Shodiqin menjelaskan struktur kompetensi sikap yang mencakup kemampuan menerima, menjalankan, menghargai, internalisasi, dan aktualisasi. Kompetensi tersebut tercermin dalam perilaku jujur, percaya diri, peduli, dan santun yang diwujudkan melalui akhlak kepada Allah dan Rasulullah, orang tua dan guru, sesama, diri sendiri, lingkungan, serta ilmu.
Sumber Integrasi Nilai Keislaman (INK) dapat diambil dari sumber-sumber otentik dan terpercaya, seperti ayat-ayat Al-Qur’an, hadis Rasulullah, sirah, qoul sahabat dan ulama, kisah para sholihin, hingga video renungan dan refleksi.

Pada sesi inti, Bapak Shodiqin membimbing dan mendampingi para peserta pelatihan dalam merancang pembelajaran yang terintegrasi nilai-nilai Islam, sehingga dapat diterapkan secara kontekstual dan berkelanjutan di kelas.
Melalui workshop ini, diharapkan seluruh guru SMAHA mampu mengimplementasikan Self Directed Learning dan Integrasi Nilai Keislaman secara konsisten dalam proses pembelajaran, sehingga dapat membentuk peserta didik yang berkarakter islami, berakhlak mulia, mandiri dalam belajar, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

