Menggali Budaya Lokal di Desa Sasak Ende

Pada hari ketiga rangkaian study tour SMAHA di Lombok, Rabu, 14 Mei 2025, rombongan siswa melanjutkan perjalanan wisata edukatif ke Desa Sasak Ende, salah satu desa adat yang masih mempertahankan tradisi Suku Sasak secara turun-temurun. Desa ini terletak di Kabupaten Lombok Tengah dan menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung kehidupan masyarakat adat di Pulau Lombok.

Setibanya di Desa Ende sekitar pukul 09.00 WITA, peserta study tour disambut hangat oleh warga setempat dengan tarian tradisional dan sapaan khas Suku Sasak. Suasana pedesaan yang asri dan bangunan rumah tradisional dengan atap ilalang serta dinding anyaman bambu memberikan kesan autentik sejak awal kunjungan.

Kegiatan diawali dengan penampilan tari Peresean dari warga setempat. Tari tersebut menampilkan pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan dan perisai kulit sapi yang tebal dan keras. Di balik keindahannya, tarian tersebut memiliki makna yang kaya, mencakup keberanian, ketangkasan, dan semangat pershabatan. Tarian ini bukan sekedar pertunjukan adu ketangkasan dengan rotan dan tameng, tetapi juga ritual yang melambangkan ketangguhan, seni bela diri, dan sportivitas.

Pada kunjungan ini, peserta study tour SMAHA juga diberikan kesempatan untuk memperagakan tari Peresean. Pada sesi pertama, Bram (XI-2), Shandy (XI-1), dan Valero (XI-1) mencoba memperagakan tarian ini. Siswa putri juga berani untuk mencoba tarian Paresean, mereka yaitu Salma, Amara, dan Fara dari kelas XI-3. Tidak mau kalah dengan siswa/siswinya, Bapak Huda, Bapak Ulil, dan Bapak Setiya juga ikut unjuk gigi mencoba Tari Peresean. Setelah pertunjukan tari selesai, anak-anak kecil di Desa Sasak Ende melakukan tari penutup.

Kegiatan dilanjutkan dengan tur keliling desa yang didampingi oleh pemandu lokal. Beliau menjelaskan sejarah serta filosofi arsitektur rumah adat Sasak, termasuk keunikan lantainya yang dipel lantaran sapi sebagai simbol kesucian. Para siswa terlihat antusias mencatat dan mendokumentasikan informasi yang diperoleh. Salsa, salah satu siswi SMAHA dari kelas XI-4 mempraktikkan cara mengepel lantai menggunakan lantaran sapi tersebut.

Setelah itu, peserta juga berkesempatan mengunjungi galeri hasil kerajinan warga setempat, yang menyuguhkan makanan maupun kerajinan Desa Sasak Ende. 

Kunjungan ke Desa Sasak Ende meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta study tour. Banyak dari mereka mengaku baru pertama kali melihat secara langsung kehidupan masyarakat adat yang masih begitu kental menjaga tradisi


“Kunjungan ke desa ini membuat saya lebih menghargai budaya lokal. Saya jadi tahu bagaimana masyarakat Sasak hidup selaras dengan alam, dan tetap menjaga warisan leluhur mereka”, ujar Salma Kayisa, XI-3.