Bagi SMAHA GenZees yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, tak jarang rasa galau menyelimuti mereka untuk menentukan jalur masuk PTN yang akan diambil, jurusan, hingga PTN yang akan dituju. Untuk mengatasi hal tersebut, SMAHA memiliki rangkaian kegiatan untuk kelas XII dalam menentukan studi lanjut. Mulai dari tes minat bakat, layanan konsultasi dengan BK, layanan karir, CDA (Campus Day Attachment), training motivasi belajar, bimbel, try out, sosialisasi masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) strategi pemilihan jurusan, hingga High Best Education.
Senin, 12 Januari 2026 SMAHA mengadakan SMAHA SPESCTASOUL. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa alumni SMAHA angkatan XXIV yakni Theo Pratama G (SNBP-Fakultas Teknik Elektro UNDIP), Farrosunnisa Lu’ul Husna (SNBT-Fakultas Teknologi Hasil Perikanan UGM), Ashila Sabrina S (UM IUP-Fakultas Kedokteran UNDIP), dan Muhammad Irfan Hidayat (UM-Fakultas Teknik Elektro ITS). Mereka membagikan pengalaman mereka terkait tips & trick untuk mengatasi kegalauan yang dialami GenZees dalam melanjutkan ke PTN dan sharing tentang dunia perkuliahan.
Ibu Septilio Zahra, S.Psi., selaku guru BK sekaligus koordinator kegiatan menuturkan tujuan diadakan kegiatan ini yaitu untuk menambah semangat dan motivasi SMAHA GenZees untuk menentukan pilihan masuk ke PTN. “Semoga melalui kegiatan ini, siswa sudah bisa menentukan ke arah mana nanti setelah lulus dan tidak galau lagi dalam menentukan PTN”, tambah Ibu Septi.
Ashila membagikan pengalamannya kepada siswa kelas XII. Ia menceritakan bahwa dirinya sudah mempersiapkan diri sejak kelas X. “Teman-teman, kalian bisa aktif konsultasi ke BK. Jangan lupa print silabus pembelajaran di kampus yg akan dituju, agar dapat gambaran perkuliahan, serta perbanyak latihan soal”, tambah Ashila.
Pengalaman yang berbeda dialami oleh Husna. Alumni SMAHA yang saat ini menjalani program kuliah Teknologi Hasil Perikanan UGM. “Ternyata belajar larut malam sebelum tes itu tidak efektif. Belajar itu tidak bisa instan. Kalo kalian malas-malasan, bakal ketinggalan jauh”, tambah Husna.

Bagian paling ditunggu-tunggu dari peserta sharing adalah testimoni dunia SMA dengan dunia perkuliahan.“Kuliah tidak kalah serunya dengan sekolah di SMA. Pelajaran lebih sedikit, lebih bebas mengelola waktu, tapi kita juga dituntut untuk lebih bertanggung jawab dalam segala aktivitas yang kita lakukan”, ujar Irfan. Theo menambahkan bahwasanya siswa-siswi SMAHA sudah banyak diajarkan banyak adab dan etika, maka lanjutkan hal baik tersebut di bangku kuliah.
Setelah sharing secara umum selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sharing khusus. SMAHA GenZes membentuk beberapa kelompok, setiap kelompok didampingi oleh alumni. Mereka diberi kesempatan untuk sharing lebih dekat lagi terkait dunia perkuliahan.
Acara ini seru. Saya menjadi tahu tips & trick dalam menentukan perguruan tunggi dan saya memiliki gambaran terkait dunia perkuliahan”, tutur Amira (XII 4).

