Bekali PMR dengan Keterampilan Kesehatan, SMA Islam Hidayatullah Gelar Pelatihan Tenaga Kesehatan Bersama PMI

Kesiapsiagaan dalam memberikan pertolongan pertama merupakan kunci utama dalam menyelamatkan nyawa. Prinsip “Siaga di detik pertama” menjadi landasan penting bagi setiap individu, khususnya anggota Palang Merah Remaja, dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pada hari Sabtu 11 Januari 2026, SMA Islam Hidayatullah mengadakan kegiatan Pelatihan Tenaga Kesehatan bagi anggota Palang Merah Remaja (PMR). Pelatihan ini bertujuan untuk membekali anggota PMR dengan pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang kesehatan serta pertolongan pertama.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB dan berlangsung dengan tertib, lancar, serta penuh antusiasme dari para peserta. MC membuka dan memandu jalannya kegiatan dari awal hingga akhir dengan baik. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh petugas, yang menambah suasana khidmat sebelum memasuki rangkaian acara utama.

“Pelatihan ini sangatlah penting sebagai bekal bagi anggota PMR agar mampu bersikap sigap, tanggap, dan peduli terhadap kondisi kesehatan di lingkungan sekitar”, tutur Kepala SMAHA, Ibu Etik Ningsih, S.Pd,. dalam sambutannya.

Memasuki acara inti, peserta mendapatkan materi dan praktik PK (Perawatan Keluarga) yang disampaikan oleh pemateri sekaligus pelatih dari PMI, yaitu Ibu Uyun Nailu Farah. Dalam sesi ini, peserta dibekali pengetahuan dasar mengenai materi perawatan keluarga seperti konsep dasar PK, Persiapan pelaksanaan perawatan PK, perawatan khusus,  serta langkah-langkah praktik mencuci tangan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa-siswi PMR terlihat aktif, antusias, dan berani mencoba setiap praktik yang diberikan. Setelah sesi pertama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat singkat untuk makan snack bersama sebelum memasuki materi berikutnya.

Sesi selanjutnya adalah materi dan praktik Pertolongan Pertama, yang juga menghadirkan pemateri dan pelatih dari PMI, yaitu Kak Bagus Surya. Pada sesi ini, peserta dilatih mengenai cara memberikan pertolongan pertama yang tepat dan cepat dalam situasi darurat. Materi yang diberikan seperti prinsip pertolongan pertama, penilaian korban, Alat Perlindungan Diri, serta cara menangani cedera dengan pembidaian atau pembalutan. Peserta terlihat sangat bersemangat dan fokus mengikuti setiap arahan serta praktik yang diberikan oleh pemateri.

Kegiatan kemudian ditutup dengan istirahat, sholat, dan makan bersama, sekaligus penutupan acara yang dilaksanakan tepat waktu menjelang dzuhur sekitar pukul 12.20 WIB.

Secara keseluruhan, kegiatan Pelatihan Tenaga Kesehatan ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta pelatihan, Hanania (XI 3), menyampaikan kesannya terhadap kegiatan pelatihan tenaga kesehatan ini. 

“Menurut saya, kegiatan pelatihan ini sangat seru dan bermanfaat. Kami tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung, sehingga lebih mudah dipahami”, ujar Hanania. 

Diharapkan, melalui pelatihan ini, anggota PMR dapat menjadi lebih siap, sigap, dan percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama serta membantu sesama di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Penulis : Helena E.A. ( Anggota PMR-XII 3)