Bela Negara dari Bangku Sekolah: SMAHA Bangun Kesadaran Kebangsaan Generasi Muda

Dalam rangka menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) Semarang menyelenggarakan upacara bendera rutin pada Senin, 12 Oktober 2026. Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI ini berlangsung dengan khidmat. Adapun petugas upacara pada kesempatan tersebut adalah siswa kelas X.

Ada yang berbeda pada pelaksanaan upacara kali ini. SMAHA menghadirkan Serka Sihono, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Padangsari, sebagai pembina upacara. Kehadirannya memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi kesempatan bagi para siswa untuk memperoleh wawasan mengenai pentingnya bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam amanatnya, Serka Sihono mengingatkan para siswa tentang pentingnya memahami dan mengamalkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 27 Ayat (3), yang berbunyi, “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.”

Ia menjelaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan atau tentara, melainkan kewajiban seluruh warga negara, termasuk para pelajar. Bentuk bela negara bagi siswa diantaranya: 

1. Mencintai Tanah Air Dimulai dari Hal Sederhana

Serka Sihono menyampaikan bahwa kecintaan terhadap tanah air dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dekat dengan kehidupan pelajar. Bangga menggunakan bahasa Indonesia, merawat bahasa daerah, mencintai makanan lokal, serta menghormati bendera.

2. Menjaga Persatuan dan Bijak Bermedia Sosial

Selain mencintai tanah air, para siswa juga diajak untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, pelajar perlu memiliki kecerdasan dalam menggunakan media sosial.

3. Mengamalkan Pancasila dalam Kehidupan Pelajar

Lebih lanjut, Serka Sihono menekankan bahwa bela negara juga dapat diwujudkan melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menjadi siswa yang beradab, menjaga persatuan, bermusyawarah dengan santun, serta berlaku adil kepada sesama teman. Ia juga mengingatkan pentingnya kejujuran dalam belajar, termasuk tidak menyontek saat ujian, menghormati guru dan teman yang memiliki perbedaan pendapat, serta menjauhi tindakan tawuran.

4. Rela Berkorban, Disiplin, dan Berani Menolak Pengaruh Negatif

Dalam amanatnya, Serka Sihono turut menjelaskan bahwa bela negara membutuhkan pengorbanan dan kedisiplinan. Pengorbanan tersebut tidak harus diwujudkan dalam perjuangan besar seperti yang dilakukan para pahlawan, tetapi dapat dimulai dengan melawan rasa malas dan membiasakan diri melakukan hal-hal positif.

Para siswa diajak untuk rela berkorban dengan datang ke sekolah tepat waktu, tidak bermain gawai saat pembelajaran berlangsung, serta berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti. Selain itu, pelajar juga harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba, rokok, minuman keras, pergaulan bebas, dan tawuran.

5. Belajar Sungguh-Sungguh demi Masa Depan Indonesia

Pesan penting lainnya yang disampaikan Serka Sihono adalah pentingnya belajar dan berprestasi sebagai bentuk bela negara. Menurutnya, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari jumlah personel militernya, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

Indonesia membutuhkan generasi yang kelak tumbuh menjadi ilmuwan, dokter, insinyur, guru, dan tenaga profesional lainnya yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Oleh karena itu, ia mengajak para siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh, bukan semata-mata karena takut kepada guru atau khawatir memperoleh nilai yang buruk.

Menutup amanatnya, Serka Sihono mengajak seluruh siswa untuk terus menumbuhkan semangat bela negara dan menjaga kecintaan terhadap tanah air melalui tindakan nyata.

“Kalau bukan kita yang bela negara ini, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Mari kita jaga Indonesia dengan cara kita, dengan menjadi pelajar yang jujur, disiplin, berprestasi, dan cinta tanah air,” pesannya.

Melalui upacara bendera kali ini, SMAHA Semarang berharap para siswa tidak hanya memahami bela negara sebagai sebuah konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semangat nasionalisme diharapkan tumbuh seiring dengan pembentukan karakter yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.