Merancang masa depan bukanlah sekadar tentang menentukan cita-cita, tetapi juga mengenali potensi diri, memahami makna kesuksesan, serta menyusun langkah nyata untuk mewujudkan impian. Dalam perjalanan tersebut, dukungan dan doa orang tua menjadi bagian penting yang menguatkan langkah anak dalam menghadapi masa depan. SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) Semarang melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) menyelenggarakan kegiatan My Life Proposal sebagai ruang refleksi diri sekaligus jembatan komunikasi antara siswa dan orang tua.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 9–10 Oktober 2026, di Aula SMAHA ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dengan didampingi orang tua atau wali masing-masing. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenali jati diri, merumuskan tujuan hidup, serta menyusun perencanaan masa depan secara terarah. Lebih dari itu, My Life Proposal menjadi momentum untuk membangun keterbukaan, mempererat kedekatan emosional, dan menyelaraskan harapan antara anak dan orang tua dalam menyongsong fase kehidupan berikutnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mempresentasikan proposal kehidupan yang telah mereka susun. Materi yang dipaparkan meliputi identitas diri, peran saya di bumi Allah, road to my life, arti kesuksesan, inilah jalan yang ku pilih, analisis kekuatan dan kelemahan diri melalui metode SWOT, data pengembangan diri, perencanaan tahap demi tahap, hingga dream schedule.

Suasana kegiatan terasa istimewa ketika siswa dan orang tua mulai saling menyampaikan isi hati, harapan, serta dukungan satu sama lain. Momen presentasi yang semula berfokus pada rencana masa depan berkembang menjadi percakapan mendalam (deep talk) antara anak dan orang tua. Berbagai perasaan yang selama ini mungkin sulit diungkapkan akhirnya menemukan ruang untuk disampaikan dengan penuh ketulusan. Tak sedikit momen haru mewarnai jalannya kegiatan. Ungkapan kasih sayang, apresiasi, permohonan maaf, hingga harapan untuk masa depan mengalir dalam percakapan yang penuh makna.
Davina Aira Callysta, siswi kelas XII-5 yang menjadi salah satu peserta, mengungkapkan bahwa kegiatan My Life Proposal ini meninggalkan kesan mendalam baginya. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan berharga bagi anak dan orang tua untuk saling mencurahkan perasaan yang selama ini mungkin sulit diungkapkan secara langsung. “Karena nggak semua anak itu bisa ngobrol se-deep ini. Ya, saya berterima kasih pada SMAHA karena sudah mengadakan agenda ini, yang biasanya gengsi mau ngomong, karena ada fasilitas ini jadi tercurahkan semua,” ungkap Aira.
Apresiasi juga disampaikan oleh Bapak Wimar Kusumawardhana, orang tua dari M. Akmal S, siswa kelas XII-1. Ia menyampaikan terima kasih kepada SMAHA atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sangat bermanfaat bagi siswa maupun orang tua. Menurutnya, melalui kegiatan ini, orang tua dapat mengetahui secara lebih jelas rencana, tujuan, serta langkah-langkah yang ingin ditempuh putra-putri mereka dalam menghadapi masa depan.“Program ini sangat bagus. Selama ini putra saya tidak cerita apa-apa tentang My Life Proposal ini. Jadi, ini merupakan suatu surprise atau kejutan yang besar bagi kita sekeluarga,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa My Life Proposal mampu menghadirkan perspektif baru bagi orang tua dalam memahami pemikiran dan harapan anak-anak mereka. Hal-hal yang sebelumnya belum sempat dibicarakan dapat diketahui bersama, sehingga orang tua memiliki kesempatan untuk memberikan arahan, dukungan, dan motivasi sesuai dengan rencana serta potensi anak.
Pada akhirnya, My Life Proposal bukan sekadar presentasi tentang cita-cita dan perencanaan masa depan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyatukan harapan, menguatkan kepercayaan, dan menumbuhkan keberanian untuk melangkah. Sebab, masa depan yang baik tidak hanya dibangun melalui rencana yang matang, tetapi juga melalui dukungan, doa, dan komunikasi yang tulus dari orang-orang terdekat.

