Tingkatkan Kualitas Layanan, SMAHA Bekali Guru dan Karyawan dengan Pelatihan Service Excellent

Service excellent atau pelayanan prima merupakan upaya memberikan pelayanan secara optimal dengan mengedepankan sikap ramah, responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan penerima layanan. Dalam lingkungan sekolah, pelayanan prima tidak hanya berkaitan dengan bagaimana guru dan karyawan memberikan layanan administratif, tetapi juga mencakup cara berkomunikasi, bersikap, menerima, mengarahkan, serta membangun hubungan positif dengan seluruh warga dan mitra sekolah. Pelayanan yang baik menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan dan citra positif sekolah. 

Dalam rangka menguatkan pelayanan tersebut, SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) Semarang mengadakan pelatihan Service Excellent pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini diikuti oleh seluruh guru dan staf karyawan SMAHA dan bertempat di Sharing Room SMAHA.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus meningkatkan keterampilan guru dan karyawan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh mitra sekolah. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa pelayanan merupakan bagian penting dari kualitas sekolah, terutama dalam menciptakan pengalaman positif, memenuhi kebutuhan layanan, serta membangun kepuasan dan kepercayaan publik.

Kepala SMAHA, Ustadzah Etik Ningsih, S.Pd., dalam sambutannya berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dalam meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan sekolah.

Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat untuk kita dalam memberikan pelayanan yang prima kepada mitra sekolah. Juga, kita bisa mengetahui bagaimana seharusnya kita bersikap dengan stakeholder secara maksimal, harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, SMAHA menghadirkan Ustadzah Suci Wulansari, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Divisi Humas Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah (LPIH) Semarang, sebagai pemateri. Ia menyampaikan berbagai prinsip dan standar pelayanan yang perlu diterapkan oleh guru dan karyawan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Beberapa standar prosedur layanan yang disampaikan meliputi standar salam, standar senyum, standar menunjuk atau menunjukkan, standar mengarahkan, standar menerima dan menyerahkan, standar mengawali interaksi, standar pelayanan melalui telepon, serta standar mengakhiri informasi dan edukasi.

Tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, Ustadzah Suci juga mengajak seluruh peserta untuk terlibat secara aktif melalui praktik dan simulasi. Peserta mempraktikkan berbagai standar pelayanan yang telah dipaparkan sehingga materi yang diterima dapat lebih mudah dipahami sekaligus diterapkan dalam situasi pelayanan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Menurut salah satu peserta, Ustadzah Ulfiami Putri, pelayanan prima yang diterapkan di lingkungan Hidayatullah juga mendapatkan respons positif dari masyarakat. Ia mencontohkan percakapan publik di media sosial Threads yang kerap menunjukkan respons positif ketika masyarakat membahas sekolah-sekolah Hidayatullah.

Melihat review-review tentang sekolah Hidayatullah di aplikasi Threads itu saya merasa sangat bangga. Berarti selama ini kita sudah melakukan Service Excellent dengan baik,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu refleksi bahwa pelayanan yang diberikan oleh sekolah tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berinteraksi secara langsung, tetapi juga dapat membentuk pengalaman dan persepsi masyarakat terhadap lembaga pendidikan.

Di akhir pemaparan, Ustadzah Suci kembali mengingatkan bahwa pelayanan tidak semata-mata dipandang sebagai kewajiban dalam menjalankan pekerjaan. Bagi seorang muslim, memberikan pelayanan dengan baik juga merupakan bagian dari ibadah yang perlu dilandasi keikhlasan dan kebahagiaan dalam melayani.

Dalam melayani itu kita harus ikhlas, harus bahagia, karena melayani itu adalah kebutuhan. Sehingga mari kita niatkan semuanya karena Allah, bukan hanya tanggung jawab kita di dunia, namun juga di akhirat,” tutupnya.

Melalui pelatihan Service Excellent ini, SMAHA berharap seluruh guru dan karyawan semakin memiliki kesadaran bahwa setiap interaksi merupakan bagian dari wajah sekolah. Dengan pelayanan yang ramah, profesional, dan dilakukan dengan penuh keikhlasan, budaya pelayanan prima di lingkungan SMAHA diharapkan semakin kuat serta mampu memberikan pengalaman terbaik bagi siswa, orang tua, masyarakat, maupun seluruh mitra sekolah.