Barakallah, 100 Siswa SMAHA Ikuti Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode UMMI

SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) Semarang menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Guru Al Qur’an pada tanggal 2-4 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertempat di Aula dan Ruang Meeting SMAHA. Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 peserta dari kelas X, XI, hingga XII. Kegiatan ini merupakan program lanjutan dari kegiatan tashih  pada bulan Januari lalu. Selama sertifikasi, peserta diajarkan materi tentang metodologi pembelajaran UMMI, praktik mengajar (Micro teaching), serta pengisian administrasi pembelajaran. Setelah sertifikasi terlalui, tahapan selanjutnya adalah Praktik Mengajar Al-Qur’an (PMA) yang akan dilaksanakan di SMAHA ataupun di unit lain dengan dampingan guru BAQ SMAHA. 

Kegiatan sertifikasi ini menjadi salah satu program unggulan sekolah yaitu “Tartil membaca Al Qur’an dan mengajarkannya”. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan skill mengajar Al-Qur’an yang profesional sesuai standar, serta mencetak kader pengajar Al-Qur’an. Kegiatan tersebut merupakan program pelatihan standardisasi metodologis  pembelajaran, manajemen kelas, dan administrasi siswa sebagai bekal dasar bagi guru Al-Qur’an yang dipandu langsung oleh trainer dari UMMI foundation dan UMMI Daerah (UMDA). Setelah mengikuti kegiatan sertifikasi, maka peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai syahadah dan siap mengimplementasikan pembelajaran sebagai guru Al-Qur’an metode UMMI. 

Kepala Sekolah SMAHA, Ibu Etik Ningsih, S.Pd, memberikan apresiasi atas kesungguhan para peserta selama mengikuti kegiatan, “Saya sangat bangga dan bersyukur, kalian bisa menyelesaikan kegiatan selama tiga hari ini dengan lancar. Semoga bisa bermanfaat untuk orang sekitar,” ujarnya. 

Beliau juga menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti sebagai pengetahuan pribadi. “Ilmu yang kalian dapat harus diaplikasikan kepada orang di sekeliling kalian. Jika ilmu tidak diaplikasikan, ibarat pohon yang tidak berbuah,” pesannya. Menurut Ibu Etik, siswa yang telah mengikuti sertifikasi diharapkan mampu menjadi agen kebaikan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Sementara itu, Ustadz Hadziq As Syairofi, S.H.I selaku trainer sertifikasi menekankan pentingnya proses berkelanjutan dalam mempelajari Al-Qur’an. “Sertifikasi ini adalah tolak ukur atau bekal untuk kita agar terus-menerus mengkaji Al-Quran. Kita perlu adanya continuous improvement dari segi bacaan ataupun cara mengajar yang baik,” jelasnya. Ia juga berharap agar para peserta tidak berhenti sampai pada kegiatan ini saja. “Semoga langkah ke depannya bisa lebih baik lagi dalam menebar kebaikan melalui Al-Quran,” tambahnya.

Antusiasme peserta juga terlihat dari berbagai tanggapan positif. Salah satunya Azzkiya, peserta dari kelas XII-4 ini sangat bahagia dan bersyukur karena telah mengikuti kegiatan sertifikasi ini. “Luar biasa sekali, semoga ilmu yang diberikan bisa menjadi amal kebaikan. Terima kasih atas pengalaman yang diberikan, semoga bisa saya aplikasikan, karena menjadi guru itu pasti pernah menjadi murid,” ungkapnya. Menurut Azzkiya, kegiatan ini tidak hanya mempelajari metodogi dalam mengajar, tetapi juga membentuk mental dan sikap seorang pengajar yang rendah hati dan terus mau belajar.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen SMAHA dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, demi melahirkan visi sekolah yaitu membangun generasi GOLD menuju insan khairu ummah