Salah satu Quality Assurance SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) Semarang yang menjadi unggulan sekolah adalah “Mahir Al-Qur’an”. Indikator tersebut mengartikan bahwa sekolah berupaya untuk menjadikan siswa/siswi SMAHA dapat membaca Al Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid yang benar serta dapat menghafal Al Qur’an dengan mutqin. Atas dasar tersebut, SMAHA mengadakan Ujian Tashih dan Munaqosyah Tahfidz bersama Ummi Foundation pada hari Senin-Selasa, 19-20 Januari 2026 yang bertempat di Aula SMAHA.

Kegiatan Tashih dan Munaqosyah diikuti oleh 225 siswa yang terdiri dari 110 peserta tashih dan 115 peserta Munaqosyah Tahfidz. Sebelum sampai pada tahap ini, siswa harus melewati beberapa tahapan agar bisa mengikuti kegiatan tersebut. Beberapa tahapan diantaranya siswa harus lulus tes koordinator tartil maupun tahfidz, dilanjutkan mengikuti pra tashih dan munaqosyah tahfidz oleh penguji dari Qur’anic Learning Center (QLC) Hidayatullah Semarang.
Rasa syukur menyelimuti Zahwa dan Zahra, peserta munaqosyah tahfidz yang telah menyelesaikan tes 10 juz selama dua hari berlangsung. Dengan proses yang panjang, mereka benar-benar mempersiapkan dengan matang untuk mengikuti munaqosyah ini, “Alhamdulillah, bersyukur sekali tadi bisa lancar. Semoga tetap terjaga dan membawa keberkahan untuk kami dan juga sekolah ”. Ujar Zahwa dan Zahra.
Ustadz Wahyudi, salah satu tim munaqisy (penguji) dari Ummi foundation menyampaikan, bahwa kegiatan tashih ini akan berdampak positif untuk kedepannya. Jika siswa sudah dinyatakan lulus oleh munaqisy, maka siswa akan mengikuti sertifikasi, dan kemudian bisa menerapkan ilmu yang sudah dipelajari untuk sekitar. “Tashih itu nanti arahnya kita bisa dan mampu mengamalkan ilmu Al Qur’an kapan pun dan di mana pun berada”, kata Ustadz Wahyudi. Selain itu, adanya kegiatan ini merupakan kesempatan terbaik untuk menata niat dalam belajar Al Qur’an, karena Al Qur’an merupakan sumber ilmu. “Kalau kita dekat dengan Al Qur’an, maka akan dimudahkan untuk mempelajari ilmu-ilmu lain”, tambahnya.

Tashih dan Munaqosyah Tahfidz bukan sekadar tentang siapa yang paling lancar atau paling banyak hafal. Di balik setiap ayat yang dilafadzkan, ada proses membenahi, menjaga, dan menumbuhkan adab terhadap Al Qur’an. Lebih dari itu, tashih dan munaqosyah mengajarkan bahwa menjaga Al Qur’an bukan sebuah kegiatan sesaat. Ia membutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam menata bacaan, menguatkan hati, dan siap menjadi generasi yang berakhlak Qur’ani.

