Singapura, 29–30 Agustus 2025 – Untuk pertama kalinya, Apple menyelenggarakan Apple Distinguished School (ADS) South East Asia Summit 2025 di kawasan Asia Tenggara. Acara perdana yang digelar di Apple Singapore, 2 Fusionopolis Way, Singapura ini mempertemukan sekolah-sekolah bergelar ADS dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina.

Suasana summit yang berlangsung selama dua hari ini penuh dengan energi positif: menyenangkan, bermakna, sekaligus menginspirasi. Dari Indonesia, SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) Semarang menjadi salah satu peserta yang hadir. Delegasi SMAHA terdiri dari Taufik Nur Hidayat, S.Pd. (Wakil Kepala Kurikulum) dan Nunung Kusumawati, S.S., M.S. (Guru Bahasa Inggris sekaligus Humas SMAHA). Mereka bergabung bersama perwakilan Yayasan Abul Yatama, yaitu Muhammad Faiz, S.Pt., M.M. (Sekretaris Eksekutif), serta dari SMP Islam Hidayatullah hadir Reni Dria Susandari, S.Pd. (Kepala Sekolah) dan Ardianshah (Wakil Kepala Kurikulum).
Agenda Penuh Inspirasi
Hari pertama summit diisi dengan workshop inovasi Apple for Education dan sesi berbagi praktik pembelajaran kreatif yang dapat langsung diterapkan untuk menjawab tantangan pendidikan sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Para peserta juga diajak mengunjungi ArtScience Museum Singapura, sebuah ruang yang menunjukkan bagaimana seni, sains, dan teknologi dapat berpadu untuk melahirkan gagasan-gagasan brilian.

Tak berhenti di sana, kunjungan ke Nexus International School dan Dunman Secondary School memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sekolah-sekolah di Singapura mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran dengan cara yang humanis dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Hari kedua menghadirkan kolaborasi Apple dengan berbagai perusahaan ternama. Salah satu yang menarik perhatian adalah presentasi dari CEO Bernina, yang memperkenalkan mesin jahit cerdas Bernina sewing machines berkolaborasi dengan Bianco di iPad untuk mendukung kreativitas siswa dalam bidang desain dan cetak berbentuk bordir. Summit ini juga semakin kaya dengan sesi berbagi dari inovator muda seperti Jian Chen Yee (Student Developer, Swift Certified Trainer) dan Jatin (pemenang lomba coding berbasis Swift), yang membuktikan bahwa generasi muda Asia mampu bersaing melalui karya digital.
Lebih dari itu, banyak pembicara hebat di bidang teknologi pendidikan juga hadir, memberikan wawasan dan inspirasi. Kehadiran para pemimpin Apple, seperti Robert (Head of Education), Jessica, Trang, Pav Sing, Heck, dan Tirish semakin memperkuat pesan bahwa transformasi pendidikan harus berani mengambil langkah maju, dengan teknologi sebagai sahabat, bukan sekadar alat.
Wawasan Berharga
Dari seluruh rangkaian kegiatan, ada begitu banyak wawasan yang dapat dibawa pulang oleh SMAHA. Summit ini menegaskan pentingnya Artificial Intelligence (AI) sebagai sahabat baru dalam dunia pendidikan. AI dipandang bukan sekadar perangkat pintar, tetapi sebuah pendekatan untuk menciptakan ekosistem belajar yang lebih personal, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan siswa.

Selain itu, muncul kesadaran mendalam tentang inisiatif pembelajaran berbasis siswa. Summit ini menegaskan bahwa murid bukanlah penonton pasif, melainkan aktor utama yang berhak diberi ruang untuk berinovasi, mencipta, dan memecahkan persoalan nyata di tengah masyarakat.
Hal lain yang tak kalah penting adalah lahirnya pemahaman baru tentang peran guru sebagai agen transformasi. Guru masa kini dituntut tidak hanya mengajar, tetapi juga memfasilitasi, membimbing, dan menjadi inspirasi. Guru transformatif mampu memadukan pedagogi, teknologi, dan nilai kemanusiaan sehingga lahir pengalaman belajar yang kreatif, bermakna, sekaligus berdampak. Muhammad Faiz, S.Pt., M.T. selaku Sekretaris Eksekutif Yayasan Abul Yatama, menyampaikan, “Manfaat yang kami peroleh sangat berharga, yaitu inspirasi global yang dapat kami adaptasi untuk memperkuat visi yayasan dalam mendukung sekolah-sekolah Hidayatullah menjadi lembaga pendidikan yang inovatif dan berdampak.”
Komitmen SMAHA
Bagi SMAHA sebagai sekolah unggul di kota Semarang, keikutsertaan dalam Apple Distinguished School South East Asia Summit 2025 merupakan tonggak penting untuk terus bergerak maju. Summit ini memperkaya visi SMAHA dalam membangun pembelajaran inovatif, meningkatkan keterlibatan siswa, menumbuhkan kreativitas, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi global dan inspirasi yang dibawa pulang dari Singapura, SMAHA berkomitmen untuk terus menjadi sekolah yang adaptif, progresif, dan berdampak bagi dunia.

