SMAHA (SMA Islam Hidayatullah Semarang) sebagai sekolah yang unggul kembali mengadakan “Pelatihan Sekolah Ramah Anak: Penguatan & Pendampingan WK PWK”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 23 Agustus 2025 ini diikuti oleh WK PWK kelas X-XII di ruang meeting SMAHA. Pelatihan kali ini merupakan kegiatan lanjutan dari pelatihan Sekolah Ramah Anak yang sudah dilakukan beberapa bulan lalu.
“Service Excellent merupakan kemampuan yang harus dimiliki WK (Wali Kelas) dan PWK (Pendamping Wali Kelas) untuk memberikan pelayanan optimal kepada siswa maupun orang tua siswa. Melalui service excellent yang baik, akan membantu terciptanya Sekolah Ramah Anak. Semoga melalui kegiatan ini, kita semua dapat membimbing siswa SMAHA untuk menjadi insan khoiru ummah”, ujar Ibu Etik Ningsih, S.Pd., selaku kepala SMAHA saat menyampaikan sambutannya.

Ibu Nurina, S.Psi., M.Psi, CHA, CGA., atau yang akrab disapa Ibu Ririn hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Beliau memulai kegiatan dengan meminta testimoni dari penerapan materi pelatihan sebelumnya (https://smaislamhidayatullah.sch.id/blog/2025/06/17/sekolah-ramah-anak-kajian-psikologis-tentang-pendampingan-siswa/). Bapak Puji Iman Nur Suhud, M.Pd., dan Ibu Lutfiyatin Inayah, S.Pd.I., berkenan untuk membagikan testimoni berdasarkan pengalaman nyata.
“Remaja adalah pribadi yang unik. Mereka masih memiliki ego yang sangat tinggi. Terkadang, hal tersebut menyebabkan benturan dengan visi orang tua. Untuk itu, WK PWK selaku orang tua sekaligus sahabat siswa di sekolah, harus bisa menjembatani agar orang tua dan siswa memiliki visi misi yang sama. Jalinlah hubungan yang hangat tetapi formal dengan siswa maupun orang tua siswa”, tutur Ibu Ririn.
Pelatihan ini sangat bermakna dan menyenangkan. Tidak hanya memberikan materi secara teoritis, namun Ibu Ririn juga mengajak WK PWK untuk sharing pengalaman dalam mendampingi siswa di sekolah. Kegiatan semakin seru saat Ibu Ririn meminta WK PWK untuk menuliskan karakteristik remaja. Seluruh peserta kegiatan menuliskan satu karakteristik remaja yang berbeda-beda. Hasil tulisan dibahas satu persatu oleh Ibu Ririn beserta cara yang tepat untuk menghadapinya.

