Cahaya Adab, Kemuliaan Ilmu: Tausiyah Dua Syekh di SMAHA

ulama, ilmu, adab

Pada hari Kamis, 14 Agustus 2025, suasana di SMA Islam Hidayatullah (SMAHA), sekolah terbaik di Semarang begitu tenang nan khusyuk. Seusai sholat Dhuhur, para siswa kelas X, XI, dan XII putra, maupun siswa putri kelas XII, serta para dewan guru berkumpul di aula sekolah. Dua ulama besar, yaitu Syekh Abu Anas dari Madinah dan Syekh Mahmud dari Mekah, hadir dengan wajah lembut penuh khidmat. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah pesan spiritual yang menyuntikkan adab dan vitamin intelektual ke dalam hati generasi muda. Kehadiran translator memastikan setiap patah kata tersampaikan dengan sempurna. Seperti disampaikan Syekh Abu Anas, “Adab adalah cahaya jiwa yang menuntun ilmu kepada kemuliaan,” ucap beliau lembut, memulai tausiyah penuh makna.

Selanjutnya melintas ayat-ayat agung Al-Qur’an, tausiyah ini kemudian menaut pada hakikat mencari ilmu. Syekh Mahmud memperkukuh pesan itu dengan mengutip Surah Al-Mujadalah ayat 11: “Allah meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu di antara kalian beberapa derajat…”. Kalimat ini menghunjam dalam dada siswa, mengingatkan bahwa kemuliaan diperoleh bukan melalui kekayaan atau asal-usul, melainkan melalui ilmu yang mengakar dalam iman.

Dalam penguatan berikutnya, Syekh Abu Anas membacakan dengan penuh semangat hadits Rasulullah SAW: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim). Saat itu, suasana terasa khusyuk, di mana setiap orang berdoa agar siswa mampu meraup keberkahan ilmu. Pesan ini menegaskan bahwa menuntut ilmu sejatinya adalah jihad tanpa senjata, namun agung maknanya.

Meski acara berlangsung cukup singkat, tetapi setiap detiknya penuh hikmah filosofis. Syekh Mahmud menambahkan, “Ilmu tanpa adab seperti jasad tanpa ruh.” Frasa ini membayangkan betapa ilmu yang tidak dibarengi akhlak hanya seperti formasi kosong tanpa esensi. Sebuah nasihat klasik dari para ulama yang selaras dengan “Dengan adab, engkau akan memahami ilmu”. Para siswa duduk mendengarkan dengan khidmat dan memahami bahwa ilmu sejati harus dikawal oleh adab mulia.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang tulus: semoga para siswa menjadi anak-anak yang solih, cerdas, semangat mencari ilmu, dan kelak bermanfaat untuk umat. Bapak Muhammad Faiz, S.Pt., M.M. sebagai Sekretaris Eksekutif Yayasan Abul Yatama Semarang dan Bapak Eko Wahyudiyono, S.Si., M.Pd. sebagai Direktur LPI Hidayatullah Semarang ikut mendampingi kedua Syekh tersebut dan turut serta mengaminkan doa. Semoga keberkahan serta kelancaran menyertai perjalanan studi para siswa di SMAHA, amin.