Sekolah Ramah Anak: Kajian Psikologis tentang Pendampingan Siswa

Sabtu, 14 Juni 2025, SMAHA mengadakan kegiatan sosialisasi. Bertempat di ruang meeting yang kondusif, kegiatan “Sekolah Ramah Anak: Kajian Psikologis tentang Pendampingan Siswa” sukses diselenggarakan. Acara ini dihadiri oleh WK (Wali Kelas) dan PWK  (Pendamping Wali Kelas) kelas X-XII, yang merupakan garda terdepan dan tombak utama dalam memberikan layanan terbaik bagi siswa dan orang tua di sekolah.

“Mari Bapak/Ibu WK dan PWK, di kesempatan ini kita ikuti kegiatan yang memiliki banyak manfaat. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, WK dan PWK dapat menularkan pengetahuannya kepada rekan-rekan guru lainnya. Hal ini sejalan dengan komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan siswa secara menyeluruh”, ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Sri Widayati, S.Pd., dalam sambutannya.

Materi inti kegiatan disampaikan psikolog sekolah yaitu Ibu Nurina, S.Psi., M.Psi, CHA, CGA atau yang akrab disapa Bu Ririn. Beliau memulai sosialisasi dengan membahas definisi remaja dan karakteristiknya. Bu Ririn menekankan bahwa masa remaja adalah periode peralihan dari anak-anak menjadi dewasa, dan cara menghadapi remaja saat ini tidak bisa lagi menggunakan kacamata zaman kita dulu. Penting untuk memahami perkembangan anak melalui cek milestone atau tahapan perkembangan yang seharusnya mereka lalui.

Ibu Ririn juga menyoroti konsep sekolah ramah anak yang harus mendidik secara adil dan sesuai dengan perkembangan kognitif siswa. Siswa yang telah memenuhi perkembangan kognitif yang optimal akan lebih mampu menghadapi permasalahan yang ada dengan baik. Pendekatan ini mendorong para pendidik untuk tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada perkembangan emosional dan sosial siswa.

Salah satu peserta, Ustadzah Ana, menyampaikan refleksinya mengenai pelatihan ini. “Ini adalah pelatihan pertama bagi saya dalam konteks WK PWK. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan tentang bagaimana cara kita membersamai dan membimbing anak-anak,” ujarnya. Us Ana juga menambahkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membekali para pendidik dengan strategi pendampingan yang lebih efektif dan berlandaskan pemahaman psikologis yang mendalam.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata bagi sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis siswa. Diharapkan, dengan bekal ilmu yang telah didapatkan, para WK dan PWK dapat semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai pendamping bagi tumbuh kembang generasi muda.