Milad ke-27 SMAHA: Refleksi Perjalanan dan Harapan Masa Depan

SMA Islam Hidayatullah Semarang (SMAHA) merayakan milad ke-27 pada Sabtu, 18 April 2026, yang bertempat di Aula SMAHA. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang sekolah sejak didirikan pada 13 April 1999.

Memasuki usia ke-27 tahun, SMAHA telah melalui berbagai dinamika dan perkembangan dalam dunia pendidikan. Momentum milad ini menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMAHA, Ibu Etik Ningsih, S.Pd., menyampaikan bahwa usia 27 tahun merupakan fase kematangan bagi sebuah lembaga.

27 tahun kalau ukuran kita itu sedang mateng-matengnya. Begitu pun dengan sekolah ini, kita harus mematengkan sekolah sesuai visi dan misi dari lembaga,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau berharap SMAHA dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi peserta didik.

Kita harus terus meningkatkan prestasi, mendidik karakter siswa dengan akhlak yang baik, serta menjadi pengabdi yang mampu menerapkan visi misi sekolah yakni ‘membangun generasi gold menuju insan khoiru ummah’,” tambahnya.

Ibu Etik juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan karyawan atas dedikasi yang telah diberikan selama ini.

Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Bapak Ibu guru yang telah memberikan dedikasi terbaik sampai hari ini. Terima kasih sudah memilih SMAHA untuk menjadi tempat mengabdi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ibu Lana Najiha, M.Pd. selaku pembawa acara yang merupakan salah satu guru di SMAHA menyampaikan harapannya agar sekolah semakin berkembang ke depannya.

Semoga SMAHA di usia 27 tahun ini ke depannya semakin jaya, semakin berprestasi, dan semakin unggul,” tuturnya.

Acara milad berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Farid Wajdi, S.Pd., dan dilanjutkan dengan ramah tamah antar peserta. 

Sebagai simbol rasa syukur, dilakukan pula pemotongan tumpeng oleh Ibu Etik kepada Bapak Setiya selaku guru yang paling lama mengabdi. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang SMAHA akan terus berlanjut dengan semangat baru untuk mencetak generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia.