Pembekalan Musyawarah Kerja Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah Semarang

Share it

Musyawarah kerja (musyker) merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Hidayatullah  Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus Yayasan Abul Yatama, pengurus LPI Hidayatullah, guru dan karyawan di lingkungan LPI Hidayatullah. Musyawarah kerja membahas program kerja tahun ajaran 2021-2022.

Seluruh jajaran pengurus Yayasan Abul Yatama menghadiri pembekalan musyawarah kerja tahun ajaran 2021-2022

Musyker ini diadakan pada tanggal 28 November 2020 bertempat di Mushola SD Islam Hidayatullah. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan dilanjutkan dengan pembekalan dari Bapak Umar Toha, M.B.A. selaku Ketua Yayasan Abul Yatama. Beliau menyampaikan beberapa pesan yang dititipkan dari Bapak Hasan Toha, M.B.A. sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Abul Yatama yakni bahwa sebagai pengabdi maka harus memiliki empat pilar utama sebagai pegangan menjalankan profesi di lingkungan LPI Hidayatullah, antara lain: Taqwa, Optimis, handarbeni, dan amanah.

Bapak Umar Toha, M.B.A., sebagai Ketua Yayasan Abul Yatama sedang memberikan pembekalan kepada seluruh peserta musyawarah kerja.

Selain itu, para peserta pembekalan musyker juga diingatkan untuk selalu bersama-sama mewujudkan dan mengimplementasikan visi dan misi lembaga. Dengan bahu-membahu saling berkolaborasi satu dengan yang lain maka visi membangun generasi GOLD menuju insan khairu ummah pasti bisa terwujud. Di akhir pembekalan, beliau menuturkan, ” bapak Ibu, mari kita laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Yakinlah, apa yang kita tanam di dunia ini akan menjadi pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat nanti.”

Para peserta musyker mengikuti pembekalan dari Bapak Suprapto Haris Setiawan, Direktur Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah Semarang.

Pembekalan berikutnya dari Bapak Suprapto Haris Setiawan, S.Ag. selaku Direktur LPI Hidayatullah. Beliau menyampaikan beberapa hal fundamental sebagai pijakan dalam melaksanakan musyker, yaitu: mengapa bermusyawarah, apa yang dimusyawarahkan, serta bagaimana bermusyawarah. Selanjutnya menutup dengan dengan pesan, “Musyawarah hakikatnya bagaikan mengeluarkan madu dari sarangnya. Untuk itu selamat menjalankan musyawarah kerja, selamat mewujudkan ide-ide kebaikan untuk program kerja tahun ajaran 2021-2022.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!