Belajar Seni Berkomunikasi melalui FGD bersama Psikolog

Share it

Kamis, 18 Maret 2021, SMA Islam Hidayatullah mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama psikolog. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan “Guru Terapkan Seni Berkomunikasi dengan REACH”, yang dilaksanakan pada Januari 2021.

 Dengan penuh semangat,  Bapak/Ibu wali kelas dan pendamping wali kelas X-XII SMAHA mengikuti kegiatan ini secara offline dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Acara dibuka oleh Ibu Septilio Zahra, S.Psi., selaku guru BK putri dengan menyapa para peserta kegiatan dan membuka kegiatan dengan mengajak peserta untuk membaca basmallah.

Pada acara inti, psikolog sekolah yang menjadi narasumber dalam kegiatan FGD ini yaitu, Ibu Nurina, S.Psi, Psikolog, CHA, CGA., atau yang akrab disapa Bunda Ririn mengajak diskusi para peserta untuk mengingat kembali materi seni berkomunikasi dengan REACH (Respect, Emphaty, Audible, Care, dan Humble). “Komunikasi menjadi media yang sangat penting, mengingat peran kita sangat banyak, di saat di rumah kita menjadi ayah/ibu, di sekolah kita menjadi guru, di lingkungan kita menjadi bagian dari masyarakat. Jadi, kita gunakan seni berkomunikasi dengan baik dan menyesuaikan dengan lawan bicara kita”, tambah Bunda Ririn. 

Bunda Ririn juga memberikan sefruit tips kepada bapak/ibu guru ketika hendak menyampaikan materi di kelas. Misalnya dengan memberikan prolog (pembuka) berupa dukungan, quotes, motivasi, atau hal lain agar siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Apabila siswa semangat, maka mereka akan mudah fokus dalam mengikuti pembelajaran. 

Bunda Ririn membagi bapak/ibu guru menjadi beberapa kelompok

Di tengah acara, Bunda Ririn mengajak para peserta kegiatan untuk membentuk kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5-6 guru. Bunda Ririn membacakan beberapa permasalahan yang ada di lingkungan sekolah. Kemudian, setiap kelompok mendiskusikan bagaimana cara kita dalam menangani dan mengkomunikasikan masalah tersebut. Setiap kelompok yang maju presentasi, mendapatkan apresiasi dari Bunda Ririn. 

Tak terasa, 90 menit diskusi yang sangat bermanfaat ini sudah dilaksanakan. Harapannya, sekolah bisa mengadakan kegiatan-kegiatan serupa untuk memberi asupan pengetahuan bagi bapak/ibu guru. Acara ini ditutup dengan doa penutup majelis. 

“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Karena saya menjadi tahu bagaimana menerapkan seni dalam berkomunikasi. Selain itu, dengan adanya diskusi dari berbagai macam masalah, saya menjadi tahu bagaimana cara menangani dengan baik berbagai macam masalah yang ada di lingkungan sekolah”, tutur Ibu Annisa, S.Pd, salah satu peserta kegiatan.

Sebagai pendidik, kita harus bisa dengan bijak menangani setiap permasalahan yang ada di lingkungan sekolah. Segala sesuatu diibaratkan seperti mata uang koin, ada dua sisi, sisi baik dan sisi buruknya. Ketika ada permasalahan yang menimpa siswa, alangkah baiknya kita tidak gegabah dalam memberikan hukuman yang berat. Namun, lebih bijak jika kita juga mempertimbangkan sisi positif dari siswa tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!